Filsafat Organisasi.
Organisasi adalah bentuk formal dari sekelompok manusia
dengan tujuan individualnya masing-masing (gaji, kepuasan kerja, dll)
yang bekerjasama dalam suatu proses tertentu untuk mencapai tujuan
bersama (tujuan organisasi). Agar tujuan organisasi dan tujuan individu
dapat tercapai secara selaras dan harmonis maka diperlukan kerjasama dan
usaha yang sungguh-sungguh dari kedua belah pihak (pengurus organisasi
dan anggota organisasi) untuk bersama-sama berusaha saling memenuhi
kewajiban masing-masing secara bertanggung jawab, sehingga pada saat
masing-masing mendapatkan haknya dapat memenuhi rasa keadilan baik bagi
anggota organisasi/pegawai maupun bagi pengurus organisasi/pejabat yang
berwenang. Filsafat merupakan kegiatan berfikir untuk mencari
kebenaran. sedangkan Organisasi yang berasal dari kata organ (alat) dan
isasi (proses). Secara kompleks saya menyimpulkan bahwa organisasi
adalah berkumpulnya dua orang atau lebih yang saling bekerja sama untuk
mencapai tujuan bersama. Adanya tujuan, yang membangun spirit untuk
bersama mencapai kesepakatan-kesepakatan organisasi tentang bagaimana
menjalin hubungan atau relasi antar individu. Setelah Perang Dunia I, fokus dari studi organisasi
bergeser kepada analisis tentang bagaimana faktor-faktor manusia dan
psikologi mempengaruhi organisasi. Ini adalah transformasi yang didorong
oleh penemuan tentang Dampak Hawthorne. Gerakan hubungan antar manusia
ini lebih terpusat pada tim, motivasi, dan aktualisasi tujuan-tujuan
individu di dalam organisasi.
Perang Dunia II menghasilkan pergeseran lebih lanjut
dari bidang ini, ketika penemuan logistik besar-besaran dan penelitian
operasi menyebabkan munculnya minat yang baru terhadap sistem dan
pendekatan rasionalistik terhadap studi organisasi. Pada tahun 1960-an dan 1970-an, bidang ini sangat dipengaruhi oleh
psikologi sosial dan tekanan dalam studi akademiknya dipusatkan pada
penelitian kuantitatif.
Sejak tahun 1980-an, penjelasan-penjelasan budaya tentang organisasi
dan perubahan menjadi bagian yang penting dari studi ini. Metode-metode
kualitatif dalam studi ini menjadi makin diterima, dengan memanfaatkan
pendekatan-pendekatan dari antropologi, psikologi dan sosiologi.
Adapun unsur organisasi atau komponen dasar organisasi adalah:
orang, seperti Pimpinan dan anggota
visi atau tujuan yang jelas
aktivitas, cara untuk mencapai tujuan tersebut
komunikasi, adanya relasi atau hubungan dalam artian konsentusi
lokasi atau sekretariat, tempat organisasi
bentuk, ada bentuk formal, nonformal
culture seperti perilaku atatu kebiasaan dalam berorganisasi
Kader adalah orang atau kumpulan orang yang dibina oleh
suatu lembaga kepengurusan dalam sebuah organisasi, baik sipil maupun
militer, yang berfungsi sebagai 'pemihak' dan atau membantu tugas dan
fungsi pokok organisasi tersebut . Dalam hal membantu tugas dan fungsi
pokok organisasi tersebut, seorang kader dapat berasal dari luar
organisasi tersebut dan biasanya merupakan simpatisan yang berasal dan
bertujuan sama dengan institusi organisasi yang membinanya. Pada umumnya
penggunaan kata 'kader' sangat lekat pada partai politik, namum
organisasi kemasyarakatan juga mempunyai kader-kader yang membantu tugas
ormas tersebut, misal: kader kesehatan; yang mana mereka bukan pegawai
dinas yang melaksanakan fungsi kesehatan. Kaderisasi merupakan usaha
pembentukan seorang kader secara terstruktur dalam organisasi yang
biasanya mengikuti suatu silabus tertentu.
Organisasi adalah sistem hubungan yang terstruktur yang
mengkoordinasikan usaha suatu kelompok orang untuk mencapai tujuan
tertentu
Organisasi muncul ketika ada tujuan atau visi yang sama
antar anggotanya hal ini kemudian disatukan dan organisasi diajadikan
suatu wadah yang menghimpun.
Organisasi tentang bagaimana hubungan individu ke individu dan bagaimana individu mempengaruhi orang lain ketika berinteraksi.
Tujuan atau spirit organiasasi menciptakan anggota yang
kemudian menghimpun diri di dalam suatu organisasi dan kemudian membuat
konstitusi atau seperangkat cara kerja didalamnya.
Secara umum tujuan organisasi merupakan keadaan atau tujuan
yang ingin dicapai oleh organisasi di waktu yang akan datang melalui
kegiatan organisasi.Untuk mencapai tujuan dalam organisasi, pelaku
(orang) dalam organisasi diharapkan untuk mendesain ataupun me-manage
organisasinya dengan matang agar organisasi dapat berjalan dengan baik.
Oleh karena itu, demi berjalan baiknya sebuah organisasi perlu
diperhatikan beberapa prinsip organisasi seperti berikut:
Perumusan tujuan yang jelas, sebab tujuan organisasi
berfungsi untuk: pedoman ke arah mana organisasi akan di bawa, landasan
bagi organisasi tersebut, menentukan macam aktifitas yang akan
dilakukan, menentukan program, prosedur dan beberapa hal terkait dengan
koordinasi, integrasi, simplikasi, sinkronisasi dan mekanisme.
Pembagian tugas dan pekerjaan
Delegasi kekuasaan yang berarti pemimpin organisasi itu dipilih secara
mufakat dan harus diikuti dengan adanya pertanggung jawaban.
Kesatuan perintah (one of command) dan tanggung jawab.
Prinsip Kepemimpinan. Dalam konteks kontemporal dari
prinsip ini yang paling mengemuka ke permukaan adalah prinsip
kepemimpinan yang berupa prinsip kolektif-kolegial, yaitu prinsip
kebersamaan, mau mendengarkan dan menyelaraskan diri dengan nilai-nilai
dari seluruh komponen organisasi, khususnya pada kepengurusan
organisasi. Tingkat pengawasan, dengan diadakannya sebuah monitoring
terhadap kinerja pelaku organisasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar