Beberapa sifat yang harus dibangun oleh mahasiswa:
- Berpikir Kritis: Menjadi orang pintar saja belum cukup. Agar mampu menghadapi persaingan ke depan, dibutuhkan orang yang mampu berpikir kritis. Banyak orang mengatakan bahwa salah satu ciri orang pintar adalah mampu berpikir kritis. Pengertian berpikir kritis ialah berpikir dengan konsep yang matang dan mempertanyakan segala sesuatu yang dianggap tidak tepat dengan cara yang baik. Bertanya dengan baik akan memperoleh jawaban yang baik.
- Mandiri dan Bertanggung Jawab: Seperti mengutip ungkapan yang dilontarkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, beliau menyatakan “Yang bisa membedakaan mahasiswa dan siswa adalah kedewasaan. Mereka (mahasiswa) harus memegang dua hal substansial, yakni tanggung jawab dan kemandirian.”
- Kreatif: Ada beberapa indikator orang dapat berfikir kreatif yaitu orang yang mempunyai rasa ingin tahu, menyukai tantangan, optimis, nyaman dengan imajinasi, melihat masalah sebagai hal yang menarik, melihat masalah sebagai suatu peluang, tidak mudah menyerah, dan selalu berusaha keras.
Potensi Mahasiswa
semua orng pasti sudah memiliki yang namanya potensi diri dalam diri mahasiswa yang terdiri dari hard skill, soft skill, dan idealisme disini saya akan menjelaskan dari ke3 diatas pontensi mahasiswa antara lain :
- Hard Skill: Hard skill merupakan kemampuan mahasiswa secara akademik. Contoh dari hardskill misalnya ketika kita mempunyai prestasi di bidang akademik /eksak seperti pada pelajaran kalkulus dapat nilai A, dsb. Inilah yang akan membentuk mahasiwa yang menguasai bidangnya masing2.
- Soft Skill: Soft skill adalah mengembangkan potensi secara personal atau kemauan secara umum yang bersifat non-akademik (kecerdasan emosi, semangat, ambisi, empati, dll). Contoh dari softskill misalnya cara berkomunikasi, cara memimpin, dll
- Idealisme: Idealisme adalah kemampuan untuk mengevaluasi berdasarkan pemahaman akan kebenaran ilmiah sesuai prinsip yang dimiliki. Jika tidak ada bukti-bukti ilmiah, maka hal tersebut akan kembali kepada kepercayaan pribadi. Setiap mahasiswa kadang memiliki suatu idealisme yang berbeda dari masyarakat lainnya, sehingga idealisme ini menjadi salah satu identitas dari seorang mahasiswa.
Peran Mahasiswa:
Mahasiswa berperan penting dalam berkontribusi menjadi dan mendidik generasi penerus bangsa dan mengembangkan potensi.
- Mahasiswa sebagai Agent Of Change: Kita tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut. Agent of Change ( pembawa perubahan) adalah kombinasi-kombinasi potensi yang dimiliki mahasiswa seperti kritis, idealis, kreatif dan independen, dapat membuat suatu gerakan yang membawa sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Contohnya pergerakan yang terkenal adalah Budi Utomo.
- Mahasiswa sebagai Social Control: Peran mahasiswa sebagai social control terjadi ketika ada hal yang tidak beres atau ganjil dalam masyarakat. Kita sebagai mahasiswa seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian social yang peduli terhadap masyrakat karena kita adalah bagian dari mereka. Kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dengan demo atau turun kejalan saja. Melainkan dari pemikiran/ide cemerlang mahasiswa, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsa kita.
- Mahasiswa sebagai Iron Stock: Mahasiswa sebagai iron stock berarti mahasiswa seoarang calon pemimpin bangsa masa
depan yang akan menggantikan generasi yang telah ada. Lantas sekarang
apa yang bisa kita lakukan dalam memenuhi peran iron stock tersebut?
Mahasiswa tidak cukup jika hanya duduk mendengarkan dosen dalam ruangan
perkuliahan, perlu adanya soft skill seperti leadership.
Beberapa Masalah Mahasiswa:
- Apatis = bersifat acuh tak acuh atau tidak peduli.
- Pragmatis = mengutamakan kepraktisan untuk mencapai goal-nya.
- Individualis = mementingkan diri sendiri.
- Hedon = hidup mewah dan suka bersenang-senang.
Mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang berprestasi, berorganisasi, dan berbudi pekerti. Jadi, selain organisatoris dan akademisi, mahasiswa ideal wajib berbudi pekerti. Dengan budi pekerti yang baik, kita bisa memiliki banyak teman. Dengan budi pekerti yang baik, ketidaksukaan orang dapat dihapuskan. Dengan budi pekerti yang baik, hati atasan dapat dibuat terkesan. Dengan budi pekerti yang baik, bantuan dan pertolongan orang lain mudah didapatkan. Inilah hebatnya budi pekerti, sehingga bila hal ini tidak ada, maka dua hal di atas menjadi tidak berarti.Di ilmu hubungan internasional, banyak hal yang dapat kita kaji secara ilmiah. Persepak bolaan dunia, mendunianya Kpop, dsb dapat dikaji secara ilmiah tergantung dengan bagaimana kita memandang isu isu tersebut. Bahkan fashion dunia pun dapat kita buat sebagai bahan skripsi kita nanti. Cukup dengan mengembangkan passion kita dan terus mengasah pemikiran kita, kita dapat menjadi mahasiswa yang ideal.di ambil dari beberapa sumber
Tidak ada komentar:
Posting Komentar