KE-HIMAHI-AN
Fasilitator : Kak Michael Junanda (HI2009)
Fasilitator : Kak Michael Junanda (HI2009)
Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HIMAHI)
Sebelum bernama HIMAHI, organisasi kemahasiswaan ini bernama IMAHI (Ikatan Mahasiswa Hubungan Internasional) dan telah ada sejak tahun 1983 dengan Sabri Dahlan (mahasiswa angkatan I Prog. Studi Hubungan Internasional tahun 1980) sebagai ketua. Kemudian pada prosesnya IMAHI berganti nama menjadi HIMAHI sejak tanggal 12 september 1985 dan momentum inilah yang dianggap sebagai monumen berdirinya HIMAHI dengan dirumuskannya Anggaran Dasar Organisasi ini di Jalan Arif Rate No.10 Makassar.
Setahun setelah itu pada tanggal 6 Juni 1986 dikukuhkanlah Darwis sebagai Ketua HIMAHI yang kedua, melalui suatu acara resmi di Gedung Pertemuan Ilmiah UNHAS. Pengukuhan dan pelantikan yang dilakukan oleh Pembantu Dekan III FISIP UNHAS Drs. Anwar Arifin berarti dikukuhkannya HIMAHI secara Konstitusional dan dengan status hukum yang kuat. Perkembangan yang dicapai oleh anggota HIMAHI selanjutnya tak dapat dilepaskan dari momentum ini.
Sebelum bernama HIMAHI, organisasi kemahasiswaan ini bernama IMAHI (Ikatan Mahasiswa Hubungan Internasional) dan telah ada sejak tahun 1983 dengan Sabri Dahlan (mahasiswa angkatan I Prog. Studi Hubungan Internasional tahun 1980) sebagai ketua. Kemudian pada prosesnya IMAHI berganti nama menjadi HIMAHI sejak tanggal 12 september 1985 dan momentum inilah yang dianggap sebagai monumen berdirinya HIMAHI dengan dirumuskannya Anggaran Dasar Organisasi ini di Jalan Arif Rate No.10 Makassar.
Setahun setelah itu pada tanggal 6 Juni 1986 dikukuhkanlah Darwis sebagai Ketua HIMAHI yang kedua, melalui suatu acara resmi di Gedung Pertemuan Ilmiah UNHAS. Pengukuhan dan pelantikan yang dilakukan oleh Pembantu Dekan III FISIP UNHAS Drs. Anwar Arifin berarti dikukuhkannya HIMAHI secara Konstitusional dan dengan status hukum yang kuat. Perkembangan yang dicapai oleh anggota HIMAHI selanjutnya tak dapat dilepaskan dari momentum ini.
Tujuan didirikannya HIMAHI ini ialah sebagai wadah untuk
setiap mahasiswa hubungan Internasional dalam mengembangkan minat dan
bakatnya, dan sebagaimana mahasiswa pada umumnya yang membutuhkan ruang
untuk berkumpul.
HIMAHI muncul sebagai respon terhadap fenomena sosial dan kebutuhan yang didasari kesamaan.
Yang membuat suatu organisasi sendiri itu kuat adalah
"Tujuan". Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional sendiri berdiri
karena adanya tujuan yang melandasi adapun tujuan didirikannya HIMAHI
yakni membentuk insan intelektual, mandiri, berpikir global, berjiwa
patriotisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Lembaga
mahasiswa ideal adalah lembaga mahasiswa yang mampu mencapai tujuannya
dan ketika tujuan tercapai akan dimunculkanlah spirit-spirit baru yang
membuat organisasi terus berjalan, spirit yang dimaksud ini adalah
regenerasi yang di buat melalui kaderisasi. HIMAHI sendiri mengklasifikasi tujuannya
melalui tiga jalan, yakni : Kaderisasi, Advokasi dan Kajian Strategis
serta pewadahan minat dan bakat. Hal-hal inilah yang menjadi instrumen
dalam pergerakan HIMAHI.
HIMAHI muncul sebagai respon terhadap fenomena sosial dan kebutuhan yang didasari kesamaan.
Semakin lama, organisasi yang tebentuk akan semakin
mengkomplekskan dirinya. Begitupun dengan HIMAHI. Karena didalam
berjalannya HIMAHI, terdapat perubahan-perubahan yang dilakukan dan
beberapa tindakan yang diambil guna memperbarui dan memperbaiki himpunan
agar kelangsungan keberdayaan mahasiswanya terus terjaga.
Dalam usianya yang ke-28, tentunya HIMAHI telah mengalami
dinamisasi menuju perubahan konstruktif dan merevitalisasi peran dan
fungsinya sebagai lembaga yang mewadahi seluruh aktivitas dan
kreativitas mahasiswa Hubungan Internasional FISIP UNHAS, dengan basis
ilmiah dan profesionalisme.
Kemajemukan merupakan salah satu warna tersendiri dari HIMAHI, bahkan kemajemukan tersebut menjadi kekuatan HIMAHI yang memang berasaskan kekeluargaan. Kepentingan pribadi dan kelompok senantiasa tereduksi apabila harus berhadapan dengan kepentingan bersama.
Kemajemukan merupakan salah satu warna tersendiri dari HIMAHI, bahkan kemajemukan tersebut menjadi kekuatan HIMAHI yang memang berasaskan kekeluargaan. Kepentingan pribadi dan kelompok senantiasa tereduksi apabila harus berhadapan dengan kepentingan bersama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar