Sejarah Pergerakan Mahasiswa
Pada era 1908
20 Mei 1908: budi utomo
Budi Utomo merupakan sebuah organisasi pelajar yang didirikan oleh
Dr.Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding voor
Inlandsche Arsten) yaitu Goenawan, Dr.Cipto Mangoenkeosoemo dan Soeraji
serta R.T Ario Tirtokusumo, yang didirikan di Jakarta pada 20 Mei 1908.
Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, kebudayaan serta tidak bersifat
politik.
Sejak tahun 1915 organisasi Budi Utomo bergerak di bidang politik.
Gerakan nasionalisme Budi Utomo yang berciri politik dilatari oleh
berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong
pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera,
yaitu wajib militer bagi warga pribumi.
20 Mei juga diperingati sebagai Hari kebangkitan nasional.
Pada era 1928
Tahun 1928 :
para pemuda membentuk kelompok studi yang di ketuai oleh
Sutomo dan kelompok studi umum yang didirikan oleh satu-satunya lulusan
teknik pada saat itu yakni Ir.Soekarno. Saat itu digalakkan dan di-ikrar
kan lah suatu sumpah oleh para pemuda, yang ke kinian disebut sumpah
pemuda dan diperingati pada setiap 28 Oktober. Pada tahun tersebut di
bentuklah pula suatu organisasi yang disingkat PPPI atau Perhimpunan
Pelajar Pelajar Indonesia, mereka mendelegasikan kongres pemuda pertama
dan mengumpulkan seluruh pemuda Indonesia dan bersama-sama mengikrarkan
sumpah pemuda.
Pada era 1945
disitulah indonesia merdeka dan banyak yang di lalui indonesia pada saat sebelum indonesia merdeka adanya peristiwa rengasdenglok dan disitulah muncul pertentangan antara kaum muda dan kaum tua yang akhirnya di culiknya Ir soekaarno. golongan muda menginginkan
agar
proklamasi kemerdekaan segera dikumandangkan. Sedangkan golongan tua
menginginkan proklamasi
kemerdekaan harus dirapatkan dulu dengan anggota PPKI.Lalu terjadilah
“penculikan” yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (Soekarni, Wikana dan
Chaerul Saleh dari perkumpulan Menteng) terhadap Soekarno dan Hatta.
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 agustus 1945. Soekarno dan Hatta
dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar
mempercepat proklamasi Indonesia. Rapat tersebut menghasilkan keputusan
bahwa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta harus diamankan dari pengaruh
jepang
Pada Era 1966
Dikenal dengan istilah angkatan 66, gerakan ini awal kebangkitan gerakan
mahasiswa secara nasional, dimana sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa
masih bersifat kedaerahan.
Angkatan 66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten Negara. Gerakan
ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa
menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia).
Dalam aksinya menentang PKI dan keprihatinan nya pada keadaan rakyat
pada masa itu, mahasiswa turun ke jalan dan melakukan protes dengan
tritura: Bubarkan PKI, Rombak Kabinet Dwikora, turunkan Harga.
Dukungan terhadap gerakan mahasiswamulai mengalir dari berbagai parpol,
ormas, dan konstrad. Lalu pada 11 Maret 1966 dikeluarkan lah SUPERSEMAR
dari President Soekarno kepada penerima mandat Soeharto. Peralihan ini
menandai berakhirnya ORLA (orde lama) dan berpindah kepada ORBA (orde
baru). Pada saat itu juga PKI dibubarkan. Angkatan 66 pun mendapat
hadiah yaitu dengan banyaknya aktivis 66 yang duduk dalam kabibet
pemerintahan ORBA.
Pada
Era 1998
Gerakan mahasiswa era sembilan puluhan mencuat dengan tumbangnya Orde
Baru dengan ditandai lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan,
tepatnya pada tanggal 12 mei 1998.
Gerakan mahasiswa tahun sembilan puluhan mencapai klimaksnya pada tahun
1998, diawali dengan terjadi krisis moneter di pertengahan tahun 1997.
Harga-harga kebutuhan melambung tinggi, daya beli masyarakat pun
berkurang. Mahasiswa pun mulai gerah dengan penguasa ORBA, tuntutan
mundurnya Soeharto menjadi agenda nasional gerakan mahasiswa. Gerakan
mahasiswa dengan agenda REFORMASI nya mendapat simpati dan dukungan yang
luar biasa dari rakyat. Mahasiswa menjadi tumpuan rakyat dalam mengubah
kondisi yang ada, kondisi dimana rakyat sudah bosan dengan pemerintahan
yang terlalu lama, 32 tahun.
Simbol Rumah Rakyat yaitu Gedung DPR/MPR menjadi tujuan utama mahasiswa
dari berbagai kota di Indonesia, seluruh komponen mahasiswa dengan
berbagai atribut almamater dan kelompok semuanya tumpah ruah di Gedung
Dewan ini, tercatat FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta),
FORBES (Forum Bersama), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia)
dan FORKOT (Forum Kota). Elemen mahasiswa yang berbeda paham dan aliran
dapat bersatu dengan satu tujuan : Turunkan Soeharto.
Memang lengser nya Soeharto seolah menjadi tujuan utama pada gerakan mahasiswa sehingga ketika pemerintahan berganti, isu utama kembali kepada kedaerahan masing-masing.
REFORMASI terus bergulir, perjuangan mahasiswa tidak akan pernah
berhenti sampai disini. Perjuangan dari masa ke masa akan tumbuh jika
Penguasa tidak berpihak kepada rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar