Minggu, 12 Oktober 2014

Sejarah Pergerakan Mahasiswa

Sejarah Pergerakan Mahasiswa

Pada era 1908

20 Mei 1908: budi utomo
Budi Utomo merupakan sebuah organisasi pelajar yang didirikan oleh Dr.Sutomo dan para mahasiswa STOVIA (School tot Opleiding voor Inlandsche Arsten) yaitu Goenawan, Dr.Cipto Mangoenkeosoemo dan Soeraji serta R.T Ario Tirtokusumo, yang didirikan di Jakarta pada 20 Mei 1908. Organisasi ini bersifat sosial, ekonomi, kebudayaan serta tidak bersifat politik.
Sejak tahun 1915 organisasi Budi Utomo bergerak di bidang politik. Gerakan nasionalisme Budi Utomo yang berciri politik dilatari oleh berlangsungnya Perang Dunia I. Peristiwa Perang Dunia I mendorong pemerintah kolonial Hindia-Belanda memberlakukan milisi bumiputera, yaitu wajib militer bagi warga pribumi.
20 Mei juga diperingati sebagai Hari kebangkitan nasional.


Pada era 1928

Tahun 1928 :

 para pemuda membentuk kelompok studi yang di ketuai oleh Sutomo dan kelompok studi umum yang didirikan oleh satu-satunya lulusan teknik pada saat itu yakni Ir.Soekarno. Saat itu digalakkan dan di-ikrar kan lah suatu sumpah oleh para pemuda, yang ke kinian disebut sumpah pemuda dan diperingati pada setiap 28 Oktober. Pada tahun tersebut di bentuklah pula suatu organisasi yang disingkat PPPI atau Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia, mereka mendelegasikan kongres pemuda pertama dan mengumpulkan seluruh pemuda Indonesia dan bersama-sama mengikrarkan sumpah pemuda. 

Pada era 1945

disitulah indonesia merdeka dan banyak yang di lalui indonesia pada saat sebelum indonesia merdeka adanya peristiwa rengasdenglok dan disitulah muncul pertentangan antara kaum muda dan kaum tua yang akhirnya di culiknya Ir soekaarno. golongan muda menginginkan
agar proklamasi kemerdekaan segera dikumandangkan. Sedangkan golongan tua menginginkan proklamasi kemerdekaan harus dirapatkan dulu dengan anggota PPKI.Lalu terjadilah “penculikan” yang dilakukan oleh sejumlah pemuda (Soekarni, Wikana dan Chaerul Saleh dari perkumpulan Menteng) terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 agustus 1945. Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi Indonesia. Rapat tersebut menghasilkan keputusan bahwa Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta harus diamankan dari pengaruh jepang

Pada Era 1966

Dikenal dengan istilah angkatan 66, gerakan ini awal kebangkitan gerakan mahasiswa secara nasional, dimana sebelumnya gerakan-gerakan mahasiswa masih bersifat kedaerahan.
Angkatan 66 mengangkat isu Komunis sebagai bahaya laten Negara. Gerakan ini berhasil membangun kepercayaan masyarakat untuk mendukung mahasiswa menentang Komunis yang ditukangi oleh PKI (Partai Komunis Indonesia). Dalam aksinya menentang PKI dan keprihatinan nya pada keadaan rakyat pada masa itu, mahasiswa turun ke jalan dan melakukan protes dengan tritura: Bubarkan PKI, Rombak Kabinet Dwikora, turunkan Harga.
Dukungan terhadap gerakan mahasiswamulai mengalir dari berbagai parpol, ormas, dan konstrad. Lalu pada 11 Maret 1966 dikeluarkan lah SUPERSEMAR dari President Soekarno kepada penerima mandat Soeharto. Peralihan ini menandai berakhirnya ORLA (orde lama) dan berpindah kepada ORBA (orde baru). Pada saat itu juga PKI dibubarkan. Angkatan 66 pun mendapat hadiah yaitu dengan banyaknya aktivis 66 yang duduk dalam kabibet pemerintahan ORBA.

 Pada Era 1998

Gerakan mahasiswa era sembilan puluhan mencuat dengan tumbangnya Orde Baru dengan ditandai lengsernya Soeharto dari kursi kepresidenan, tepatnya pada tanggal 12 mei 1998.
Gerakan mahasiswa tahun sembilan puluhan mencapai klimaksnya pada tahun 1998, diawali dengan terjadi krisis moneter di pertengahan tahun 1997. Harga-harga kebutuhan melambung tinggi, daya beli masyarakat pun berkurang. Mahasiswa pun mulai gerah dengan penguasa ORBA, tuntutan mundurnya Soeharto menjadi agenda nasional gerakan mahasiswa. Gerakan mahasiswa dengan agenda REFORMASI nya mendapat simpati dan dukungan yang luar biasa dari rakyat. Mahasiswa menjadi tumpuan rakyat dalam mengubah kondisi yang ada, kondisi dimana rakyat sudah bosan dengan pemerintahan yang terlalu lama, 32 tahun.
Simbol Rumah Rakyat yaitu Gedung DPR/MPR menjadi tujuan utama mahasiswa dari berbagai kota di Indonesia, seluruh komponen mahasiswa dengan berbagai atribut almamater dan kelompok semuanya tumpah ruah di Gedung Dewan ini, tercatat FKSMJ (Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta), FORBES (Forum Bersama), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan FORKOT (Forum Kota). Elemen mahasiswa yang berbeda paham dan aliran dapat bersatu dengan satu tujuan : Turunkan Soeharto.
Memang lengser nya Soeharto seolah menjadi tujuan utama pada gerakan mahasiswa sehingga ketika pemerintahan berganti, isu utama kembali kepada kedaerahan masing-masing.
REFORMASI terus bergulir, perjuangan mahasiswa tidak akan pernah berhenti sampai disini. Perjuangan dari masa ke masa akan tumbuh jika Penguasa tidak berpihak kepada rakyat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar